Wisma Iskandarsyah Blok A-10 Jl. Iskandarsyah Raya Kav. 12 - 14 Jakarta Selatan 12160 adm.dewisundari@gmail.com 0857 6211 8383

Alasan Mengapa Orang Tua Tidak Merestui Hubungan Anda

Kali ini, kita akan membahas seputar hubungan. Atau lebih tepatnya lagi, soal restu. Jadi kita akan membahas, tentang alasan mengapa orang tua belum, atau tidak merestui hubungan kita dengan pasangan.

Urusan restu ini kerap kali menjadi masalah yang pelik. Bagaimana tidak, cari jodoh saja sudah susah. Mencari pasangan tidak mudah. Begitu dapat, sudah niat serius, malah orang tua tidak setuju.
Nah, apa saja alasan, yang paling sering sering menjadikan orang tua kurang setuju, terhadap hubungan kita?

Penyebab atau alasan yang pertama, adalah karena beda agama. Terutama bila orang tua kita termasuk orang tua yang religious, dan menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan. Maka urusan keyakinan ini, tentu saja, akan menjadi suatu syarat yang tidak bisa digugat.

Alasan kedua, adalah perbedaan suku atau etnis. Contohnya adalah ketika Anda orang Jawa, pasangan Anda orang Sunda, dan oleh orang tua dianggap kurang cocok. Atau malah bisa jadi orang tua kurang setuju, karena antara kita dan pasangan, masih berasal dari satu suku yang sama. Contohnya seperti itu.

Alasan ketiga, adalah karena kita belum mapan. Baik mapan secara mental, maupun finansial. Jadi jangan heran, bila orang tua kita, atau orang tua pasangan kita, cenderung melarang jika calon pasangan kita belum bekerja. Atau apabila kepribadiannya dianggap belum dewasa.

Alasan keempat, adalah karena calon pasangan kita bertato. Kedengarannya memang sepele, tetapi masih ada banyak orang tua yang menganggap tato sebagai sebuah pertanda buruk. Padahal tentu saja tidak seperti itu.

Alasan kelima, karena calon pasangan kita bukan orang yang rajin beribadah. Kurang alim, istilahnya. Buat kita sendiri, seringkali hal ini tidak menjadikan masalah, tetapi yang namanya orang tua, tentu masih banyak yang berharap anaknya menikah, dengan orang yang paham dan taat beragama.

Alasan keenam, karena masih ada hubungan darah. Masih saudara, meskipun saudara jauh. Atau karena calon pasangan kita ini, adalah saudara sepersusuan kita.

Alasan ketujuh, karena pasangan belum memiliki pekerjaan tetap. Orang tua tentu sadar, bahwa kebutuhan rumah tangga itu banyak. Dan akan sulit bila Anda berjuang sendiri, sementara pasangan Anda belum dapat ikut berkontribusi.

Alasan kedelapan, adalah karena latar belakang pendidikan yang tidak setara. Namanya pendidikan, memang tidak hanya bisa kita peroleh di sekolah. Tapi bukan berarti orang tua Anda akan dengan mudah, mengesampingkan pendidikan formal calon menantunya.

Alasan kesembilan, adalah karena pihak wanita usianya lebih tua dari pihak pria. Yang ini tidak banyak dijadikan alasan, kecuali bila perbedaan usianya ini terlampau jauh.

Selanjutnya, alasan kesepuluh, adalah karena latar belakang keluarga. Calon Anda mungkin baik, tetapi bila orang tua Anda tidak cocok dengan keluarganya, atau dengan orang tuanya, maka akan sulit bagi mereka untuk memberikan restu.

Alasan kesebelas, orang tua tidak merestui hubungan kita, karena kebetulan calon pasangan, sudah pernah menikah sebelumnya. Khawatirnya, karena sudah pernah gagal satu kali, lalu yang ini akan gagal lagi. Jadi orang tua sebenarnya sekedar tidak ingin Anda berakhir kecewa dan menderita.

Alasan kedua belas, adalah karena salah satu dari Anda dan pasangan, atau bahkan dua duanya, masih kuliah. Yang artinya belum cukup dewasa, belum mandiri, dan ingin menikah hanya karena memaksakan diri.

Alasan ketiga belas, meskipun agak jarang, tetapi ada juga orang tua yang melarang anak lelakinya menjalin hubungan, dengan perempuan yang secara finansial jauh lebih mapan. Alasannya karena khawatir si anak akan kalah dari istrinya kelak. Akan didominasi, dan berakhir menjadi suami yang takut istri.

Lalu alasan yang terakhir, atau yang keempat belas, adalah karena calon pasangan kita diketahui menderita penyakit kronis.

Dari keempat belas alasan ini, tentu saja tidak semuanya akan bisa kita terima. Sebagian besar dari alasan-alasan ini, mungkin akan terdengar sepele, dan tidak masuk akal di telinga kita.

Tetapi kalau kita membantah, ya semakin menjadi-jadi nanti akhirnya. Karena itu bila saat ini orang tua belum restu, lebih baik kita tidak perlu memberontak. Lebih baik kita terima kekhawatiran mereka, dan terangkan secara pelan-pelan bahwa pilihan kita sudah tepat. Bahwa Anda tidak akan kecewa pada apa yang Anda putuskan saat ini.

Sebagai tambahan, bagi Anda yang ingin amalan khusus untuk mendapatkan restu, akan saya tuliskan nanti di bagian akhir artikel ini.

Kurang lebihnya cukup sekian dari saya. Itulah tadi alasan-alasan yang paling umum menjadikan orang tua kurang restu. Semoga menjadikan wawasan tersendiri


Amalan untuk Mendapatkan Restu:

YAA ABATI ISTA’JIRHU INNA KHAYRA MANI ISTA’JARTA AL QAWIYYU AL- AMIINU
“Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya”.
(Al Qashash 26).

Ayat ini bacakanlah 1.000 kali, selama tujuh hari berturut-turut. Di hari terakhir, setelah selesai wirid, tiupkanlah ke air. Campurkan air ini ke minuman orang tua, atas seizin Tuhan akan lekas dilunakkan hati dan restunya.
Semoga bermanfaat untuk Anda.


Konsultasi Seputar Hal Spiritual, Pelarisan dan Pengasihan, Dengan Ibu Dewi langsung dibawah ini :

Atau Hubungi Admin Mas Wahyu dibawah ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!